<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Shelatama's Blog</title>
	<atom:link href="http://shelatama.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shelatama.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Dec 2008 06:49:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='shelatama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Shelatama's Blog</title>
		<link>http://shelatama.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://shelatama.wordpress.com/osd.xml" title="Shelatama&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://shelatama.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>tahajud</title>
		<link>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/tahajud/</link>
		<comments>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/tahajud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelatama</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi/sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelatama.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mamluatul Hikmah Perlahan.. Butiran-butiran air bening menetes membasahi kelopak mata Dada ini teras sesak menahan jeritan hati Mata ini perih tuk memandangnya kembali Bibir ini pun terkunci tuk berucap kata Tubuh ini terasa kaku Tuhan.. Ingin rasanya ku menundukkan wajahku di atas sajadah cintaMu Merasakan belaian angin dalam malamMu Biarkan ku tertidur pulas dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=12&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Mamluatul Hikmah</p>
<p>Perlahan..</p>
<p>Butiran-butiran air bening menetes membasahi kelopak mata</p>
<p>Dada ini teras sesak menahan jeritan hati</p>
<p>Mata ini perih tuk memandangnya kembali</p>
<p>Bibir ini pun terkunci tuk berucap kata</p>
<p>Tubuh ini terasa kaku</p>
<p>Tuhan..</p>
<p>Ingin rasanya ku menundukkan wajahku di atas sajadah cintaMu</p>
<p>Merasakan belaian angin dalam malamMu</p>
<p>Biarkan ku tertidur pulas dalam nikmat cintaMu</p>
<p>Bersenandung cinta dalam lindungan kasih sayangMu</p>
<p>&#8220;Ketika mencium alas cintaMu,</p>
<p>disitulah ku dapat kedamaian hati..</p>
<p>Ketika ku baca surat cintaMu,</p>
<p>disitulah ku mendapatkan kekuatan baru.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelatama.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelatama.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=12&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/tahajud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d5504ebb8e8c86640c695d8a77fa5bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">shelatama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta di Uji</title>
		<link>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/ketika-cinta-di-uji/</link>
		<comments>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/ketika-cinta-di-uji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelatama</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelatama.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[oleh : mamluatul hikmah “hati-hati ya mas…!” ucap ku sambil mencium tangan za’ yang hendak pergi ke kantor . hari itu aku sedang berlibur dirumah orangtua za’. Za’ sengaja mengajakku berlibur ke Jakarta, dirumah kontrakan ibunya yang baru seminggu lalu pindah dari jawa tengah. Ia bermaksud mengenalkanku pada orangtua dan adik perempuannya serta keluarganya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=7&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><span style="text-decoration:underline;">oleh : mamluatul hikmah<em><strong><br />
</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="font-family:Arial;">“hati-hati ya mas…!” ucap ku sambil mencium tangan za’ yang hendak pergi ke kantor . hari itu aku sedang berlibur dirumah orangtua za’. Za’ sengaja mengajakku berlibur ke Jakarta, dirumah kontrakan ibunya yang baru seminggu lalu pindah dari jawa tengah. Ia bermaksud mengenalkanku pada orangtua dan adik perempuannya serta keluarganya yang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Aku tinggal dirumah bersama ibu dan adik perempuan Za. Sebut saja yani. Yani lebih tua 7 bulan dari ku. Sedangkan aku dan Za berbeda 6 tahun. Tapi itu tak menghalangi hubungan cinta yang hadir di antara kami, awalnya yani sempat protes dan terkejut ketika Za’ memberitahukan umur ku, via telpon bulan april lalu. Tapi akhirnya iapun mengalah dan memanggil ku dengan sebutan “Mba”, memang seharusnya begitu..!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Seberangkatnya Za kekantor, aku langsung mandi pagi. Saat aku hendak merapihkan rambutku dikamar Yani, aku melihat beberapa album yang tersimpan di rak buku yang ada di sebelahku. Tanpa perasaan curiga aku mengambil semua album yang ada di rak itu. Satu persatu ku mulai membukanya perlahan. <span> </span>Ketika ku melihat potret seorang pria yang mengenakan jas, dengan didampingi seorang wanita yang memakai kebaya dengan anggunnya tersenyum lebar dan mereka tampak serasi. Saat itu juga tiba-tiba jantungku terasa berdetak dengan kencangnya, ku tahan airmata yang hendak jatuh seperti aku menahan kesal dan cemburu didalam hatiku saat itu, segera kutarik nafas panjang dan membawa semua album itu keluar. Aku berjalan menuju ibu yang sedang berada di dapur. Aku tak peduli dengan apa yang sedang ibu kerjakan waktu itu, dengan tenang aku duduk di dekat ibu, dan kutanyakan beberapa potret yang ada di album foto itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>“ ibu, ini foto mas sama siapa yang pake kebaya?koq kaya orang nikahan…?!” spontan pertanyaan itu begitu saja keluar tanpa ku tata seindah mungkin agar tak menunjukan perasaanku kala itu. Dengan tenang ibu menjawab “ oh itu.. itu foto mas sama temen kuliahnya dulu, itu waktu acara wisudanya mas&#8230;” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ koq fotonya Cuma berdua? Kenapa engga sama temen yang lainnya?” tanyaku yang semakin ingin tahu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>“ iya, itu kan mantannya mas dulu waku kuliah, kalo sekarang kan udah engga, mas-nya udah sama ima. Emang mas ga pernah cerita sama kamu? “ jawab ibu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ pernah sih, Cuma kan ima baru tau fotonya” . ku akhiri pembicaraan itu, dan pergi menyimpan album. Lalu ku masuk<span> </span>ke kamar Za’ dan mengambil sebuah buku yang sengaja kubawa dari rumah untuk menghilangkan jenuhku. Kemudian aku membaca buku itu di teras rumah.<span> </span>Aku berharap dengan membaca buku, perasaan kesalku akan hilang, atau setidaknya sedikit berkurang. Tapi nyatanya, aku tak pernah bisa menahannya. Meskipun berulang kali aku membolak balik beberapa halaman dalam buku itu, tapi tetap saja aku tak bergeming dari perasaanku. Aku mulai kesal pada diriku sendiri, yang tak bisa mengatasi rasa cemburu yang ada. Merasa lelah dengan perasaanku sendiri, aku pergi ke kamar dan membaringkan tubuhku, menatap langit – langit yang gelap, kembali ku hela nafas panjang sambil memejamkan mata. Berharap semuanya akan menghilang dalam mimpi. Tak berapa lama, handphone ku bunyi, “Za calling..” segera kutaruh hp itu di bawah bantal, aku tidak ingin mendengar apapun darinya. Kembali kututup mataku dengan paksa. Setelah itu kudengar hp ibu bunyi, aku yakin itu telp dari Za. Aku tau Za menanyakanku, aku juga tau ibu menyangka aku tidur. Dan aku aku yakin mereka membicarakan tentang foto yang aku lihat tadi. Kembali pikiranku kacau mengingat hal itu. Segera kukirim pesan singkat untuk Ryan. Dia mantan pacarku sewaktu aku SMA. Aku berharap berbincang dengannya dapat membuatku sedikit lebih tenang, dan berkaca dengan apa yang sedang aku hadapi. Aku ungkapkan semua perasaanku saat itu padanya, rasa kesal, cemburu, marah, kecewa.. dan lainnya. aku yakin, dalam keadaan seperti ini dia mampu meredakan aku, meskipun tidak semua. Setidaknya dia mengajakku kembali ke masa lalu kami, betapa aku dan diapun pernah mengalami hal yang sama. Dan Ryan mengajariku mengingat apa yang terjadi dulu, apa yang membuat hubunganku dan dia harus berakhir, dan menarik kesimpulan dari apa yang kulakukan dulu, yang salah. Yang tak harus kulakukan kembali saat ini.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ semuanya butuh waktu, kamu masih terlalu dini mengenalnya. Coba berfikir apa yang dulu kita alami. Hal yang sama seperti yang kamu alami sekarang. Dan bukan berarti kamu juga harus ngasih tau foto kita dulu supaya dia ngerasain hal yang sama. Itu ga akan ada habisnya, hubungan kamu ga akan semakin membaik,tapi malah bisa hancur. Kan sayang, orangtua kalian udah tau dan setuju. Kali ini kamu harus ngalah sama perasaan kamu im.. “ pesan Ryan itu mengakhiri pembicaraan kami. Sejenak aku teringat pesan kakaknya dulu, bahwa ketika akan melupakan masalalu, orangnya mungkin bisa kita lupakan, tapi kisahnya selamanya tidak akan pernah dapat dilupakan. Aku berharap Za’ benar – benar melupakan mantannya itu.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Aku jadi ingat dua hari yang lalu setelah aku datang ke Jakarta, Za mengajaku keliling Monas, ke Pekan Raya, ke Dufan, serta pergi ke pantai di malam hari. Tak semenitpun Za’ beranjak dan pergi keluar tanpa aku. Kita Makan dalam satu piring, dan tak jarang pula aku menyuapinya. Kenangan manis itu, akan selalu menjadi kenangan yang indah, saat aku ada untuknya. Seolah membayar semua rasa rindu yang kami tahan selama dua bulan terakhir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Tapi hari ini, aku marah hanya karena kesalahan yang ia sendiri tak menyadarinya. Memendam rasa cemburu itu memang berat, tapi seberat apapun itu bila dijalani dengan iklas semuanya akan terasa ringan. Seperti pesan sang Imam Besar Al-Ghazali, di antaranya : yang paling jauh adalah masa lalu. Jadi, seindah apapun masa itu, itu tetap yang paling jauh… seperti yang dakatakan ibu, semua orang punya masa lalu. Tapi yang terpenting adalah hari ini dan esok. Menyesali masa lalu hanya akan membuang waktu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Tepat pukul 6 petang nampaknya Za sudah pulang, sedangkan aku masih tertidur dikamar. Za menghampiri aku, kemudian akupun bangun untuk menyambutnya dengan raut muka yang masih menunjukan rasa kesal. Seusai menunaikan shalat maghrib, kami makan bersama, soalnya seharian ini aku hanya makan nasi uduk satu bungkus berdua. Disini aku sudah biasa makan dalam satu piring dengan Za. Kadang kita pun sama – sama menahan lapar agar bisa makan bersama. Malam itu kami makan soto khas pati, Za terlihat makan dengan lahap ketika aku menyuapinya. Nampaknya dari tadi pagi Za juga belum makan apa-apa selain nasi uduk yang tadi pagi kita makan. <span> </span>Melihat dia menahan lapar hanya untuk makan bersama, dengan raut muka yang terlihat letih rasanya aku adalah orang yang tak punya perasaan jika aku masih marah padanya. Melihat senyumnya dalam letih itu, membuat hatiku terasa sejuk. Bagaimana tidak, ia pun serasa mendapat angin segar setelah sampai dirumah dan mendapat sambutan hangat dari keluarganya. Perut yang kosong sudah terisi dengan satu piring soto khas pati buatan ibu yang kami santap bersama dengan ditambah bumbu kasih sayang.<span> </span>Membuat perut kami merasa sangat kenyang, dan lelah hari ini terobati sudah. :-p</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Seusai makan aku segera berkemas, malam ini aku menginap di rumah saudaraku di daerah Cilandak. Selesai berkemas, lalu kami pamit pada ibu. Za mengantarku sampai kerumah saudara sepupuku. Sekalian juga Za ku kenalkan pada keluarga saudara sepupuku disana.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Jam 9 tepat za pamit pulang. . . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Aku kemudian bergabung dengan saudaraku yang lain. Aku ceritakan tentang Za pada mereka, Apa yang kami lakukan saat liburan kemarin, tentang sambutan keluarga Za waktu aku datang, dan hal lainnya. tidak lama kemudian hpku bunyi, ternyata sebuah pesan singkat dari za. “ mas baru nyampe rumah. Kita shalat yuk…?” . kubalas pesan itu, lalu segera ku ambil air wudhu dan kitapun shalat bersamaan di tempat yang berbeda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Sebelum tidur, aku bayangkan tentang za, malam ini aku ingin bermimpi tentangnya. Mimpi tentang aku dan dia…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Setelah dua hari menginap dirumah saudaraku,<span> </span>malam sabtu Za menjemputku, karena lusa aku akan pulang ke kota kelahiranku, Cirebon. Jadi malam ini aku tidur dirumah ibu untuk ambil baju batik yang ibu belikan untukku. Esoknya kami bermalam dirumah Budhe, karena dekat dengan stasiun gambir. Sebelum kerumah budhe, kami mampir ke kantor za dulu. Disana ada Opa, yang menjaga kantor itu. Dikantor kami nonton film komedi hantu. Saat za tertidur, aku masih asik dengan permainan dikomputer. Sekalian aku liat-liat file yang da dikomputer kerjanya. Hatiku kembali panas saat melihat foto jadulnya dengan mantan pacarnya sewaktu di SMA. Juga ada beberapa foto nya dengan mantannya waktu kuliah. Rasa cemburu itu kembali timbul. Dan kali ini aku bertengkar hebat dengan Za. Aku kecewa karena dia pernah bilang dia ga nyimpen foto mantannya lagi. Tapi nyatanya masih ada beberapa di komputernya. Aku lupa nasihat-nasihat itu, kata-kata ibu, dan Ryan. aku duduk sambil menangis, berharap apa yang aku lihat tadi bukan fotonya. Tapi, pikiranku tak bisa dibohongi, apa yang kulihat tadi memang jelas fotonya. Aku diam sejenak dengan masih terisak-isak dipelukan za yang dari tadi menenangkanku. Pikiranku kosong, aku sempat memejamkan mata sekejap. Tiba-tiba aku merasa sendirian dibalik pintu kamar mandi. Persis sebelum aku menangis tadi. Tapi kali ini aku merasa ada sosok yang sedang mengawasiku. Akupun menjerit, dan ternyata aku masih berada di pelukan za. Aku muai bingung, tiap ku lihat ke sudut ruangan itu, yang terasa hanya sosok wanita yang mengawasiku tadi.. aku takut, ingin cepat keluar dari ruang itu, aku ingin bilang sama za, tapi bibirku kaku untuk mengucapkannya. akhirnya aku menangis sekeras-kerasnya, aku harap za bisa ngerti apa yang aku mau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>_ _ _ _ ,, _ _ _ _ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Pagi-pagi sekali aku dan Za bangun dan segera bersiap ke stasiun. Kereta cirebon ekspress akan berangkat tepat pukul 06.00 pagi. Jam 5.30 pagi kami berangkat dari tempat budhe ke jalan besar dengan bajaj. Wah…. Pengalaman pertama naik bajaj, asik, tapi berisik!. Dari jalan besar kami diantar sebuah taksi sampai ke depan stasiun Gambir. Kemudian kami segera masuk ke stasiun menuju jalur kereta yang akan kami naiki yaitu jalur 3. tidak lama kemudian kereta cirebon ekspress pun telah siap mengantar kami sampai ke stasiun kota Cirebon.<span> </span>Beberapa menit kemudian kereta melaju perlahan, saat itu pandanganku mengingat-ingat sekitar stasiun itu. Hari ini aku meninggalkan Jakarta, Ibu, Bude, Yani, Opa, dan saudaraku. Aku pasti bakal kangen banget sama mereka. Jakarta, kota yang memberiku kenangan berarti dalam satu minggu ini. Selamat tinggal Jakarta..!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Jam 09.30 WIB kereta yang aku tumpagi tepat berhenti di stasiun kota. Akhirnya aku kembali ke kota kelahiranku. Senangnya! Aku akan segera bertemu orangtuaku yang selama seminggu ini mengkhawatirkanku. Dari pintu keluar kami menaiki sebuah angkot, kemudian dilanjutkan dengan menaiki sebuah mini bus. Dengan menumpang sebuah becak, aku dan za menuju rumahku yang letaknya lumayan jauh dari jalan raya. Akhirnya jam 11.00 WIB kamipun sampai di depan rumahku, mamah segera menyambut kedatangan kami. Kali ini za tidak menginap dirumahku, setelah mandi dan istirahat sebentar, aku mengantar Za ke stasiun kota. Jam 3 kereta akan segera berangkat, aku mengantarnya sampai Ia memasuki gerbongnya. Itulah saat-saat yang paling berat jika Za berkunjung ke Cirebon. Kami harus mampu menahan rindu selama berbulan-bulan untuk pertemuan berikutnya. Terimakasih Za, sudah mengajakku berlibur ke Jakarta dan mengantarku pulang…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Beberapa hari kemudian, Za menceritakan kepadaku tentang buku Pengantin Al-Qur’an yang ku hadiahkan untuknya. “…. Rasa takut dan cemas adalah bagian dari substansi cinta, tetapi jangan berlebihan, jangan pula tidak seimbang, karena jika berlebih ia akan malahirkan cemburu buta, yakni rasa takut kehilangan cinta dan keikhlasan kekasih.<span> </span>Cintailah kekasihmu secara wajar,siapa tau ia akan menjadi musuhmu suatu ketika. Dan bencilah seseorang secara wajar, siapa tau ia akan menjadi kekasihmu suatu ketika….” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ade, mas denger tunangan kita bakal di undur.gatau sampe kapan, katanya nanti ibu mau rembuk lagi sama bapaknya ade..” pernyataan dari Za itu langsung saja membuatku kaget dan kecewa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“kenapa begitu mas?” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ mas juga kurangtau, yang mas tangkap si begitu dari omongannya ibu kemaren, tapi yang jelas salah satunya masalah financial dan ada sedikit masalah di keluarganya mas&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ ibu gak suka ya sama ade’?” spontan saja pertanyaan itu keluar dari mulutku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“ enggak sayang, ade kan tau sendiri tahun ini yani masuk kuliah, jadi kalo tunangan kita tetep dibulan oktober tahun ini acaranya gak akan rame, trus keluarganya mas gak semuanya bisa ikut ..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">“oh yaudah…” jawabku singkat. Aku kecewa dan sedih sekali mendengar kabar ini . Pertunangan yang sudah direncanakan ini terancam gagal. Padahal waktu aku liburan ke Jakarta itupun salah satunya untuk mengukur cincin tunangan kami. Tapi nampaknya Allah belum menghendaki pertemuan dua keluarga itu terjadi. Manusia hanya bisa berencana, Kamipun punya perencanaan akan bertunangan sendiri, jika dari pihak keluarga kami akan mengundurkan hari pertunangannya. Aku takut berita ini akan mengurangi perasaan sayangku terhadap Za karena kecewa. “ mulai hari ini, kita mulai dengan basmallah untuk pekerjaannya mas dan untuk kuliahnya ade’, Basmallah untuk menjaga kasih sayang dalam hubungan kita, Basmallah untuk cita cinta kita. Ade ga bisa bohong klo sebenernya ade sedih n kecewa..tapi de’ juga ga bisa bayangnin klo rasa sedih ini akan bikin kita makin jauh, sejauh jarak yang misahin kita. Ade pengen sayangnya ade ga akan luntur karena apapun.. ini sa’atnya ilmu iklas, sabar n tawakal kita berusaha amalkan sepenuhnya..ade kangen sama mas…” <span> </span>sebuah pesan singkat itu ku kirim untuk za. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Cinta harus diperoleh dengan perjuangan, ini perjuanganku untuk menghilangkan rasa cemburu berlebih yang selalu merusak keharmonisan hubunganku dengan Za. Jadi teringat waktu dirumah ibu liburan kemarin,<span> </span>saat aku dan Za selesai mengerjakan shalat magrib,dalam suasana hening ia bertanya padaku “ ade mau jadi istrinya mas?” … dengan senyum dan haru aku mengiyakannya.” Ya, ade mau. Ade akan merawat mas dan ngejagain mas….” Percakapan singkat itu telah menjadi cita cinta kami. Menjadi satu pasangan yang di ridhai dan dirahmati Allah swt, seperti buku yang sedang kami pelajari saat ini. Menjadi pengantin Al-Qur’an…Amin…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Teringat nasihat Hamid Toha al-khaysyab, seorang guru besar psikolog universitas Al-Azhar mesir, ia mengtakan <em>“ setiap perasaan betapapun agung dan luhurnya, tetap mengandung benih-benih perasaan yang bertolak belakang dengannya. Perasaan mempunyai logika yang berbeda dengan logika akal. Akal tidak dapat menggabungkan dua hal yang bertolak belakang, tetapi tidak demikian dengan hati. Karena itu, tidak ada cinta tanpa benci, tak ada pula rahmat tanpa kekejaman” </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;">Dalam cinta selalu ada rasa cemburu, takut akan kehilangan kekasih. Itulah cinta yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk dapat mewujudkannya. “ Ya Allah, ampunilah dosa kami. Ampunilah kekhilafan yang telah kami perbuat sehingga Engkau berikan ujian pada cinta kami. Berikanlah kami jalan keluarnya, serta berikanlah kesabaran pada kami agar kami mampu menjaga kasih sayang diantara kami dan mewujudkan apa yang kami cita-citakan di jalan-Mu ya Allah… Amin..” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><em><span style="font-family:Arial;">“karena cinta dan demi cinta, langit dan bumi di ciptakan. Dan atas dasarnya mahluk diwujudkan, demi cinta seluruh planet beredar, dan dengannya pula semua gerak mencapai tujuannya serta bersambung awal dan akhirnya. Dengan cinta semua jiwa meraih harapannya dan mendapatkan idamannya, serta terbebaskan dari segala yang meresahkannya…” </span></em><span style="font-family:Arial;">( Ibn Qayyim al-jauziyah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:200%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelatama.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelatama.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=7&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/ketika-cinta-di-uji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d5504ebb8e8c86640c695d8a77fa5bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">shelatama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>selamat tinggal benci</title>
		<link>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/selamat-tinggal-benci/</link>
		<comments>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/selamat-tinggal-benci/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 02:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelatama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelatama.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Eko Jalu Santoso Sahabat Motivasi Nurani Indonesia, pernahkan Anda menyadari apa sesungguhnya salah satu kebodohan paling besar dalam hidup ini ? Jawabanya adalah memelihara kebencian. Ya, kebenciaan adalah sebuah kebodohan hidup yang paling besar di dunia. Karena kebencian hanya akan membunuh waktu kehidupan dan mengorbankan benih cinta, sehingga tidak bisa berkembang dalam kehidupan. Orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=3&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <a href="http://ma-za.net/wp-admin/www.ekojalusantoso.com" target="_blank">Eko Jalu Santoso </a></p>
<p>Sahabat Motivasi Nurani Indonesia, pernahkan Anda menyadari apa sesungguhnya salah satu kebodohan paling besar dalam hidup ini ? Jawabanya adalah memelihara kebencian.</p>
<p>Ya, kebenciaan adalah sebuah kebodohan hidup yang paling besar di dunia. Karena kebencian hanya akan membunuh waktu kehidupan dan mengorbankan benih cinta, sehingga tidak bisa berkembang dalam kehidupan. Orang yang menanam dan memelihara kebenciaan dalam hatinya, ia hanya akan menuai hasil ketidaknyamanan, sakit hati dan permusuhan. Sehingga harumnya wangi bunga cinta yang ada dalam dirinya tidak dirasakan dalam kehidupan.<span id="more-3"></span></p>
<p>Namun masih banyak orang yang tidak menyadarinya kalau hatinya dikuasai oleh benih kebenciaan. Manusia yang hatinya penuh kebenciaan pada hakekatnya adalah manusia yang gagal dalam hidup, karena tidak mampu mencintai dirinya sendiri. Maka ucapkan selamat tinggal kepada benci mulai saat ini juga. Tinggalkan jauh-jauh benih kebenciaan yang akan merusak benih cinta dan kebahagiaan dalam hati Anda.</p>
<p>Kalau ada yang membenci diri Anda, berusahalah untuk tidak membalas kebencian itu dengan kebenciaan. Kalau Anda membalas kebencian itu dengan kebencian, maka Andapun akan termasuk kedalam golongan orang yang membenci. Kalaupun Anda harus membalas kebencian itu, berusahalan membalasnya dengan cinta, kasih saying dan kebaikan.</p>
<p>Mungkin Anda akan mengatakan bahwa ini adalah hal yang mudah dituliskan, tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Benar dan memang demikian adanya. Tetapi yakinlah kalau Anda mampu mengendalikan emosi kemarahan yang ada dalam diri Anda, maka ini bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Bahkan akan menjadi hal yang mudal dilakukan. Anda akan mampu membalas kebencian dengan cinta, kasih saying dan kebaikan.</p>
<p>Bagaimana cara meninggalkan kebencian ? Salah satu cara meninggalkan kebencian adalah dengan berusaha bertindak dengan tindakan orang-orang yang berjiwa besar dan agung. Mereka yang memiliki keagungan jiwa mampu mengendalikan emosi amarah dan sakit hati atas kebenciaan orang lain.</p>
<p>Bagaimana cara memulainya ? Kita bisa memulainya dengan membiasakan diri selalu memuji keagungan dan kebesaran Allah SWT yang telah memberikan keagungan jiwa bagi kita. Dengan sering memuji kebesaran dan keagungan Allah SWT, kita akan memiliki semangat jiwa yang luhur, tinggi dan mulia. Semangat jiwa yang agung dan mulia inilah yang akan mampu mengendalikan emosi dari dalam diri Anda, sehingga tidak membiarkan kebenciaan hidup dalam diri Anda. Dengan tidak membiarkan benih kebencian tumbuh dalam diri Anda, maka benih ketulusan cinta akan semakin tumbuh subur dalam diri Anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelatama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelatama.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=3&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/selamat-tinggal-benci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d5504ebb8e8c86640c695d8a77fa5bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">shelatama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/hello-world/</link>
		<comments>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 01:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelatama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=1&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelatama.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelatama.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=1&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelatama.wordpress.com/2008/12/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d5504ebb8e8c86640c695d8a77fa5bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">shelatama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mentari 1</title>
		<link>http://shelatama.wordpress.com/2008/08/14/mentari-1/</link>
		<comments>http://shelatama.wordpress.com/2008/08/14/mentari-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 06:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelatama</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi/sajak]]></category>
		<category><![CDATA[mentari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelatama.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Kala mentari mulai memamerkan sinarnya, ku belai engkau dengan hangatnya kasihku.. Berikanmu cinta terindah yang kumiliki.. Tuk temani dirimu hari ini.. Sayang.. I luv u ..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=16&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kala mentari mulai memamerkan sinarnya,</p>
<p>ku belai engkau dengan hangatnya kasihku..</p>
<p>Berikanmu cinta terindah yang kumiliki..</p>
<p>Tuk temani dirimu hari ini..</p>
<p>Sayang.. I luv u .. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mad.gif' alt=':-x' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/shelatama.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/shelatama.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelatama.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelatama.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelatama.wordpress.com&amp;blog=5925375&amp;post=16&amp;subd=shelatama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelatama.wordpress.com/2008/08/14/mentari-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d5504ebb8e8c86640c695d8a77fa5bc?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">shelatama</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
